Minggu, 01 Desember 2013

Kesepian, huh?



Menulis adalah caraku berbicara pada diriku sendiri dengan cara lain. Membuatku berpikir tentang berbagai sudut pandang dalam menghadapi satu masalah. Dengan menulis aku jadi bebas. Bebas menjadi seorang yang terluka karena kesepian. Bebas menjadi orang yang sangat menikmati kesepian dengan tawa. Bebas menjadi seorang psikopat yang membunuh karakter yang dibencinya. Bebas menjadi seorang pecinta yang rela mati demi kekasihnya. Bebas menjadi pendiam yang hanya bicara pada batinnya sendiri. Bebas menjadi secret admirer yang manis dan kadang menakutkan. Bebas menjadi pengagummu. Bebas disampingmu. Bebas menjadi apapun yang kuinginkan... tapi dalam kenyataannya, sebebas apapun aku bicara pada diri sendiri... aku butuh oranglain yang bisa kusandari saat aku lelah, yang menjadi telingaku saat aku tuli akan nasihat apapun, yang menjadi bibirku saat aku tak ingin bicara apapun, yang jadi mataku saat semuanya gelap, yang menjadi hidungku saat aku tercekik kesendirian dan lupa aroma kebersamaan...
Aku tahu…
Semuanya memang seperti ini. Mereka mengenalku dengan sangat baik. Senyumku, tawaku, candaanku yang aneh, dan sifatku yang kekanak-kanakan. Tapi satu hal yang tak mereka mengerti, mereka sama sekali tak mengenal masalahku kan? Hanya hujatan kosong saat mereka bilang aku galauan, aku melankolis, aku seorang yang sedikitpun tak bisa kuat menghadapi masalah yang mereka anggap kecil.
Dewasa, huh?
Satu kata yang sekarang hampir hilang di hidupku.
Kesepian? Tidak. Ada Tuhan yang memelukku saat aku menangis kacau. Ada Tuhan yang tetap menopangku saat aku benar-benar lumpuh. Ada Tuhan yang merengkuhku dalam hujan saat aku ingin hilang…
Ya! Ada Tuhan.
Tapi… mengertikah? Aku juga butuh kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar